IMPORTANT: Download link, and choose save link as / save target as to your computer
Download Free Vidio 3GP
Download 3GP Bokep
Download (Standart Quality )
Download Vidio Click Here
Some link maybe will not working. That because The files has been deleted on the hosted server. If this link not work please try another link. If you still can't downloaded any files. You can sent an email to me to report your problem

Cerita seks dewasa Nikmatnya Memek Pacarku yang Perawan

  • VIDEO MESUM MAHASISWI BERJILBAB TERBARU

  • VIDEO PANAS BUNGA CITRA LESTARI TERBARU

  • Bookmark and Share

    Cerita seks dengan pacarku yang masih perawan memang tidak mudah atau bahkan tidak mungkin untuk dilupakan begitu saja. Karena memang cerita seks ku yang luar biasa dan itu yang pertama kali aku lakukan dengan pacarku.Dia sangat cantik, keturunan Chinese, toket ukuran 32. aku sangat puas tiap kali berhubungan dengannya, sebut saya namanya Nina.

    Nina adalah adik angkatanku, persis setahun dibawahku. kumulai berhubungan dengannya setelah kegiatan inisiasi kampus berakhir. kumulai dengan sering telepon, main ke tempatnya, dan akhirnya kupinang dia. Nina mau. mulai saat itu kami sering keluar bersama. Nina tinggal dikota ini disebuah rumah kontrakan, bersama dengan saudara sepupunya dan pembantu, semuanya wninata. aku sangat mencintainya, diapun begitu. pada suatu malam kuberninakan mencium bibirnya. dia suka, lalu langsung kucium lagi dan lebih lama serta dengan permainan lidahku. saat itu aku belum terlalu memikirkan untuk ml, aku terlalu lugu untuk itu, aku hanya menikmati bibirnya. setiap kali bertemu dan ada kesempatan aku smooch dia, dan Nina sangat menyukainya, ini yang pertama untuknya, katanya.

    suatu hari Nina memintaku untuk menemninanya, dan kami sudah jalan bareng untuk 1 tahun. kami sangat mesra sekali dan belum ada pikiran untuk melakukannya. sampailah aku di rumahnya, ternyata Nina hanya sendiri. saudaranya pergi maen, dan pembantunya dapat jatah balik kampung katanya. kesempatan ini tak kulewatkan untuk menciuminya. Nina mengajakku ke kamarnya. kuawali dengan ciuman kecil dibibir,
    lalu semakin panas. kubaringkan Nina diranjangnya, lalu lehernya. saat aku mulai panas, kuberninakan untuk meminta izin memegang dadanya, Nina mengizinkan tetapi hanya dari luar. dengan lembut kumeremasnya, sambil menciumi bibirnya. tapi aku makin penasaran, kuminta izin untuk merasakan dadanya langsung. ternyata Nina meluluskannya dengan satu syarat mataku dipejamkan. perlahan Nina membimbing tanganku menuju ke sana. kenyal sekali dadanya, lalu kucari puntingnya, keras. aku langsung jatuh cinta dengan dadanya juga, pas dalam tanganku. dan dengan sengaja kubuka mataku dan tampaklah payudara yang indah sekali untukku. Nina kaget ketika melihatku melek, tapi langsung kukatakan padanya aku sangat menyukai dadanya yang indah, wajah Nina memerah. terus kumeremas-remasnya perlahan dan lembut. Nina tampaknya menyukainya. kudekatkan wajahku ke dadanya dan kuciumi payudaranya, kiri dan kanan. Nina tampaknya diam saja. lalu aku menyusu padanya, aku nenen padanya. dan terdengar lenguhan panjang Nina, “uh…”. aku semakin semangat menikmati dada dan puntingnya. nikmat sekali, sepetinya nipplenya lumer dalam mulutku. untuk sesaat kuistirahatkan dadanya. kulucuti t-shirt dan branya, Nina tak menolak, Nina topless sekarang. dan ku ciumi bibirnya. “kenapa?” tanya ku. Nina diam saja dan tanganya masuk ke dalam t-shirtku dan melucutinya. “lanjutin donk…u make me drunk.” katanya. aku pun begitu, batinku. Nina bersandar didadaku, tanganku memeluk dadanya yang kusuka, lehernya kuciumi dan kujilati, Nina sangat menikmatinya. “uh…m…” terdengar dari bibirnya. kuturunkan salah satu tanganku dan kumainkan di daerah selangkangannya, dari luar celana pendeknya. Nina diam saja. lalu ku coba memasukkan tanganku kedalam celananya turun menuju vaginanya, lembab kurasakan. mulai kumainkan jariku, perlahan. dan dengan perlahan pula Nina membuka selangkangannya, tanganku turun lebih dalam. ternyata cdnya sudah basah. “Nina…kamu sudah horny ya…” tanyaku. Nina terdiam dan mulai menciumku dan memainkan lidahnya, ini jawaban ‘iya’ untukku. kusandarkan Nina dan kulucuti celana dan cdnya, sebuah pemandangan indah dan kali pertama dimataku, vagina dengan rambut yang tak lebat, basah. “Nina…aku suka vagina mu” kataku, “masa…” jawabnya sambil menutupi payudaranya dan wajah memerah. masih dengan ragu-ragu, kudekatkan wajahku ke vaginanya. kuciumi dan kujilat perlahan permukaannya. wow, rasanya aneh namun tidak berbau (padahal bayanganku pasti bau!). Nina menggelinjang. lalu kupegang kedua pahanya dengan erat sambil terus kubenamkan lidahku ke vaginanya. rasanya asin namun nikmat. lalu vagina tersebut aku kuakkan dengan jariku. terlihatlah daging merah yang sangat lembut bersama sebentuk daging kecil yang menggantung dan berkilat-kilat. itu klitorisnya. tiba-tiba kurasakan jenggutan dirambutku yang semakin menekan kepalaku ke vaginanya. segera kupercepat jilatanku sehingga mulutku penuh dengan lendir dari vagina Nina. kudengar desahan Lina semakin keras. tangannya menuntun tanganku untuk meremas payudaranya (32B). aku semakin exciting. sebenarnya aku belum telalu terangsang tapi semakin ingin tahu apa yang akan terjadi berikutnya. terus saja kusedot kuat klitorisnya sambil kujilat-jilat lubang vaginanya. tiba-tiba otot pahanya menegang dan cengkramannya makin kuat disusul dengan ‘muncratnya’ cairan dari vagina Nina. kontank kuhentikan kegiatanku melihat peristiwa tsb.What a surprise! lalu ku jilati sisa cairannya, ternyata aku suka. kupandangi rona wajahnya yang memerah. rambutnya berantakan dengan bulir-bulir keringat di lehernya. matanya terpejam, kemudian membuka dan tersenyum ke arahku. “kamu ngapain sih barusan,enak banget…!”desahnya mesra. “kamu ga kan mau tau lah.”kataku. “kasih tau dong ngapain, sampe mulut kamu belepotan gitu.”kata Nina sambil tertawa. kucium bibirnya, “ih…asin” katanya. “itu khan punya kamu…”balasku. dan aku duduk disampingnya.

    “ini yang pertama buatku…” katanya “aku suka banget,dan aku sayang sama kamu” “aku juga begitu” lanjutku “ini juga yang pertama” “aku nggak nyesel ko” katanya “aku ingin kamu berikan lebih dari ini, aku ingin punyamu, sungguh” lanjutnya sambil mengelus-elus penisku. “ini sebenernya rahasiaku, tapi aku ingin kamu tahu” katanya “aku sengaja bikin suasana rumah seperti ini, saudaraku pulang ke rumahnya, bukannya maen, terus pembatuku kebetulan dapet jatah pulang ke kampungnya. jadi aku bebas sama kamu. sekarang cuma aku dan kamu berdua. aku ingin punya kamu. aku cuman tahu hal ini dari cerita-cerita temen, tapi ngga bisa bayangin yang sebenernya, sekarang aku bisa sama kamu.” mendengarnya aku merinding dan suka. ini kesempatanku untuk melepaskan rasa ingin tahuku dan aku tak ingiin terlalu lugu lagi. dan sekali lagi aku terdiam tapi sangat suka.

    lalu ku terkam bibirnya dengan bibirku, lalu tanganku memainkan tugasnya di toket dan vaggynya. Nina terangsang lagi, lalu bangun dan menghempakanku ke ranjang. Nina melucuti celana dan cdku, aku bugil. penisku yang baru setengah on, dibuatnya fully on. Nina menjilatinya, seperti lolipop. dari kepalanya, batangnya dan bijinya. nikmat sekali. kuminta Nina menaruh vaginanya diatas wajahku, lalu lidahku mulai bergerak. pose ini menjadi favorit Nina dalam foreplay. kujilati bibir vaginanya, lalu klitorisnya. kusedot-sedot perlahan dan sesekali kugigit kecil. Nina pun menikmati penisku, dijilatinya dan perlahan-lahan dikocoknya. lalu dimasukkan kedalam mulutnya dan dikocok. nikmat sekali, kamu berdua sesekali mendesah dan melenguh menikmati rangsangan yang saling kami berikan. rasanya semua otot pahaku berkedutan menahan nikmat yang kurasakan. dan sesekali Nina menggerakkan pantatnya maju-mundur menggesekkan vaginanya di lidahku. vaginanya makin basah, dan berkedut, Nina melenguh dan mendongakkan badannya sambil memegangi penisku, cairan itu keluar lagi, Nina orgasme kembali.

    Nina membalikkan badannya dan berbaring diatas badanku. kami berdua sama-sama berkeringat, penisku masih ngacung dan belum terpenuhi. “Donn, nikmat sekali rasanya, aku dapat lagi. Aku ingin malam ini terpuaskan” katanya. ku peluk dia. “ayo mulai lagi” ajakku. Nina menyanggupinya. dia berbaring, kukecup keningnya, kuciumi bibirnya, kujilati lehernya sambil meremas-remas dadanya. turun lagi kujilati payudaranya, kusedot-sedot puntingnya dan sesekali kugigit kecil. Nina menikmati sekali, dan kepalakupun dipeluknya. setelah puas dengan dadanya, ku jilati klitorisnya dan ku sedot-sedot vaginannya yang basah lagi. kunikmati vaginanya yang merah dan tangan ku meremas-remas dadanya dan memelintir puntingnya perlahan dan lembut. vagina Nina berkedut lagi, kugesekkan kepala penisku dimulut vaginanya terdengar desahan lirih “uh…” dari bibirnya. kubisiki Nina, “sekarang kau seorang wninata sejati” lalu ku cium bibirnya dan penisku mulai masuk ke dalam lubang senggamanya. “Au…sakit…” teriaknya, “tenang sayangku, sebentar lagi kamu akan merasa nyaman dan nikmat” hiburku dan penisku masuk. kudiamkan sebentar didalam vaginanya, dengan dinding vagina yang berkontraksi, ku peluk Nina. “kamu sekarang seorang wninata dewasa, sayang” bisikku. dia mencium bibirku, lembut dan dalam. dan mulai kukocok vaginanya dengan penisku itu, perlahan. hangat sekali didalam sana, basah, licin. badan kami yang sudah mandi keringat terasa hangat pula, dan tak lupa kubisiki dia dengan kata-kata yang erotis, berciuman dan meremas-remas dadanya. indah sekali malam itu, erotis. kukocok vaginanya perlahan-lahan dengan penisku, kuselingi dengan menyusu pada Nina, serta menciumi ketiaknya yang mulus. kugendong Nina dan sodokkanku lebih terasa. “Aku nggak nyesel Donn…, kamu lembut sekali…” katanya sambil terus ku sodokkan penisku. vagina Nina makin basah dan terus memijat batang penisku, seakan-akan disedot olehnya. terdengar pula suara gesekan vagina dan penis, suara yang basah. aku duduk diranjang, Nina mulai mengocok penisku dalam-dalam, dia hunjamkan pantatnya ke penisku, nikmat sekali. lalu Nina mengayangkan badannya, sambil mulutnya meracau nggak jelas. kulumat habis dadanya kunikmati puntingnya. kami sangat menikmati dan kami berdua mandi keringat. akhirnya Nina mengejang dan memelukku erat lalu membenamkan penisku dalam-dalam, terasa cairan memandikan penisku dan dindingnya memijat dan terasa pula menyedot penisku, Nina orgasme lagi, ku balas dengan kocockanku dan kupeluk dia dan penisku berkedut, crot, spermaku muncrat didalam vaginanya, aku duduk memangkunya dan berpelukan, lalu kucium bibirnya, “terimakasih sayang” kataku, “aku juga” jawabnya. aku berbaring dengan Nina diatasku, penisku masih didalam, dan kubiarkan mengendur. “Donn, aku ngga ingin terpisah dari kamu. I love, and I always do” katanya, “aku juga sayang” lanjutku.

    ini ml-ku yang pertama, dan bagian pertama kenangan hari itu. kenangan yang tak perna hilang, walau Nina sudah pergi ke luar bersama ortunya.
    kami tidur bersama, dengan keadaan bugil dan penis ku masih didalam vaginanya. ketika subuh, penisku ereksi. kejadian alami ini membuat Nina terbangun. “Don, penis kamu bangun. lagi yuk” katanya bersemangat. langsung ku lahap bibirnya dan kumainkan lidahku. kutindih Nina, dan mulai meremas-remas dadanya. kenyal sekali sambil memandangi wajahnya, Nina sunggguh cantik dalam hatiku. aku percaya jika wninata paling cantik saat bangun tidur. kami makin panas, vagina Nina makin basah dan berkedut. kulanjutkan permainan mulutku ditoketnya. kulumat nipplesnya dan ku sedot-sedot toketnya. Nina mendesah dan meracau keenakan. “Don…kocok penismu…say” pintanya keenakan. perlahan-lahan kusodok vaginanya dengan penisku, terdengar suara becek yang terkesan erotis bagiku. aku paling suka mengocokkan penisku perlahan, sebab gesekan antara dinding vagina dan penis lebih dapat dirasakan, dan tidak menyakiti vagina.

    peluh mulai keluar dari pori-pori kulit kami, bau alami kami mulai keluar membuat suasana makin erotis bagiku. Nina tampaknya mulai menggerakkan pantatnya maju-mundur membalas gerakan penisku yang juga demikian, tampaknya Nina sungguh menikmatinya, langsung kubalik posisi kami. kini Nina diatasku. kedua tangan Nina bertumpu didadaku, dan payudaranya kuremas-remas perlahan-lahan dan kupelintir-pelintir puntingnya. Nina memejamkan mata, dan pantatnya maju-mundur mengocok penisku. suara becek makin kencang, dan penisku makin becek pula. vagina Nina berkedut kencang, dia memelukku dan berbisik “aku da sampe”. Nina sudah orgasme lagi, sedang aku belum. “giliranku ya…” balasku. kugendong dia menuju kursi. Nina masih memelukku dan langsung kukocok vaginanya kembali, Nina menciumi bibirku. lima menit kemudian aku keluarkan spermaku divaginanya, nikmat sekali sarapan pagi ini. kami berpelukan untuk mengambil nafas sebentar. “Nina, sungguh kamu ngga menyesal malam ini?” tanyaku penuh keraguan. “Tidak” jawabnya sambil menciumi bibirku.

    tak henti-hentinya aku smooch Nina. akhirnya penisku di cabut dari vaginanya, tampak sperma dan cairan vagina Nina bercampur, sesaat setelah ku cabut, campuran cairan itu keluar dari mulut vagina Nina yang dihiasi jembut yang nggak terlalu lebat. Nina menggandengku ke kamar mandi. “Mandi bareng yuk” pintanya. kamar mandinya memiliki shower dan bath tub. “Nina, kucukurin pubic hair-mu (jembut) ya…” pintaku, “kita mandi dulu sayang” jawabnya. kami berdua masuk ke shower, tiba2 Nina jongkok di hadapanku dan kencing, ku lihat dia…sexy sekali batinku. “Say,…agak perih ni vaginaku” katanya, “mungkin karena pertama kali ml, say” jawabku. Nina mengangguk tanda setuju. “walau sakit tapi enakkan” kataku sambil memeluknya dan meremas dadanya. kami mandi bersama dan saling membersihkan tubuh kita, tak henti-hentinya pula kucumbu Nina. saat berbilas, sambil diguyur shower, kupeluk tubuhnya serta kugesek klitorisnya perlahan. Nina menikmatinya dan perlahan mendesah keenakan, Nina berpegangan di leherku bersandar di dadaku. cairan hangat vaginanya bercampur dengan air shower yang agak dingin, dan tangan ku yang lain meremas-remas dadanya perlahan. perlahan ku masukkan jari tengahku dan klitorisnya kukerjai dengan ibu jariku. mulai kukocok memeknya dengan jariku perlahan. tubuh Nina mengejang keenakan, pahanya menjepit tanganku, puntingnya mengeras kembali. terus kukocok vaginanya perlahan lalu ku masukkan jari mninasku, membantu jari tengah mengocok. diding vagina Nina mulai berkedut kecang, kocokkan makin perlahan dan mantap klitorisnya tak ketinggalan oleh ibu jariku. desahan makin kencang terdengar disaingi suara shower “ah…uh…m…m…m…” desahnya sambil bersandar didadaku penuh kenikmatan. tubuh Nina mengejang EE”kembali dan crot cairan vaginanya muncrat membasahi jemariku, Nina kemudian menciumi bibirku “enak say…” katanya. kami keluar dari shower, mengeringkan diri. “jadi ngga dicukur” tanyaku, “boleh” jawabnya sambil mencari pisau cukur. “ini cukurannya” katanya. kusuruh Nina duduk ditutup closet beralaskan handuk. “ku gundulin yaa…vagina kamu” kataku padanya sambil meratakan busa divaginanya “terserah kamu dech say” jawabnya. selangkanganya yang indah, perlahan kucukur jembutnya dan Nina memperhatikanku. dan selsesailah pekerjaanku, lalu ku bersihkan dengan tisu basah dan kukeringkan vaginanya. “gimana, suka ngga say…” tanya ku, “suka, kayak maasi anak-anak…” jawabnya sambil tersenyum. “nah…sekarang bonus dariku” kataku sambil menjilati bibir vaginanya dan klitorisnya. “Don…uh…m…m…m…” desahnya memelas keenakan. kutatap Nina, wajahnya memelas dan penuh rangsangan kenikmatan, puntingnya yang kecil kembali mengeras. Nina meremas-remas dadanya serta memencet-pencet nipples-nya sendiri. terus ku-oral vaginanya. aku menikmati vagina Nina, terutama cairan vagiannya aku ketagihan. memeknya yang kedutan kurasakan dilidahku, Nina menjepit kepalaku lalu menuntun tanganku untuk mengerjai dadanya. kuremas-remas perlahan dadanya sambil menyedot-sedot klitorisnya perlahan, tangan Nina menjambak rambutku dan menekannya ke vaginanya. Nina semakin keras meracau dan mendesah “terus Don…terus…ah…ah…uh…uh…”

    vagina Nina makin banjir, beberapa saat kemudian, kakinya menjepit kepalaku dan sekarang makin kuat lalu vaginya berkedut kencang. Nina orgasme lagi, tubuhnya mengejang bersamaan dengan itu. jepitan kakinya kemudian mengendur. cairan vaginanya cukup banyak, kubersihkan dengan menjilatinya sedang Nina keenakan dan mengelus-elus kepalaku. setelah cukup bersih ku berdiri, lalu Nina memjilati sisa cairannya dimulutku dan tanganku meremas-remas dadanya perlahan. “Don, aku suka oralmu…lidahmu itu lo” katanya menyanjungku. “trims ya say” sambil mengendongnya.

    “sarapan yuk” ajak Nina sambil mengenakan lingerie putihnya, dia ga pake daleman, dan aku hanya pakai cdku aja. Nina mengandengku ke dapur. dapurnya bersih, bisa buat ml ni, batinku. “bikin sandwich aja yah” katanya. Nina segera menyiapkan lalu meraciknya. Nina hari itu bikin aku horny terus, melihatnya meracik makanan bikin aku ON. penisku ngaceng lagi. kudekati dia, ternyata ada timun yang dingin, keluar dari refrigetor, bisa dipakai nih pikirku. langsung kusingkap lingerie yang dipakai Nina, dan toketnya kuremas-remas dan memeknya ku kocok dengan tanganku perlahan lalu penisku kutempelkan dibelahan pantatnya. Nina sesaat berhenti meracik sandwich yang setengah jadi, dia menahan tubuhnya dengan kedua tangan ditepi meja dan membuka selangkangannya. memeknya basah lagi, kutanggalkan lingerienya, dia bugil. kuambil timun tadi, ga begitu besar sich dibandingin penisku, perlahan kumasukkan ke dalam memeknya lalu kukocok, perlahan lalu agak cepat. terdengar suara becek, dari vaginanya, Nina pun keenakan “oh…sh…sh…sh…” terdengar berkali-kali dari mulutnya “Don…timunnya dingin…dingin…enak…sh…sh…” terus Nina menahan kenikmatan ini, lalu “ah…Don…mo…keluar…nih” katanya sambil mendongakkan kepalanya, dan cairan vaginanya menetes keluar, beberapa tetesannya jatuh ke lantai, tangan dan timunnya basah. “Nina…timunnya dimasukin di sandwich yaa…” pintaku, “keduluan…de” jawabya dengan senyum. kubersihkan vaginanya dengan ku jilati. timunnya langsung dipotong-potong dan sandwichpun jadi.

    “kamu dapet ide dari mana, say” tanya Nina sambil duduk dipangkuanku. “pas liat timunnya nganggur aja” jawabku sambil makan disuapi Nina, dan tanganku tak henti-hentinya meremas-remas dadanya. “suka ya sama toketku” melihat aksi ku “dari tadi malem ga berhenti, pegang, pas tidur juga dipegang.” kubalas dengan menyedot pentilnya kanan kiri. “aku minta dessert ya” katanya sambil membuka pintu refrigerator. diambilnya segelas kecil yoghurt, lantas Nina melucuti cd ku, dan penisku yang ngaceng terus hari itu dielus-elus Nina. lalu yoghurt itu di minumnya sedikit dan aku diciumnya, yoghurtnya dipindahkan ke dalam mulutku, sebagian lagi dituang dipenisku. dingin terasa dipenisku membuat agak mengendur. lanjutnya Nina jongkok di depanku dan mulai menjilati penisku, naik turun, jilatin kepalanya, batangnya dan zakarnya sambil tanganya mengelus-elus bolaku. aku mendesah keenakan dan sesekali memejamkan mataku. Nina perlahan-lahan mengemut penisku, sesekali dimasukkannyaselurih batang dalam mulutnya. “argh…” desahku kencang saat lidahnya memainkan kepala penisku yang besar sambil tanganku mengelus rambutnya yang hitam panjang. terdengar suara sepongan Nina dipenisku, spluk…spluk…spluk… penisku yang gundul dilibasnya, demikian pula kedua bolaku. sentuhan bibir, tangan dan lidahnya sungguh terasa di penisku yang gundul. “argh…” desahku sambil mendongakkan kepalaku dan menyodokkan penisku di dalam mulut Nina, saat lidahnya menggosok kepala penisku sambil dia menyedotnya. spluk…spluk…spluk terdengar kocokannya, Nina menikmatinya, seperti dapet mainan baru. kemudian “argh…” teriakku sambil menekan kepala Nina dipenisku penisku mengeluarkan sperma, lima kali berkedut. Nina mendesah “mmm…” getarannya terasa dipenisku lalu Nina menikmati vla yang keluar dari penisku itu. Nina menunjukkan pejuku yang ada dimulutnya, kemudian dia telan. “mmm…kaya putih telor…” katanya sambil menjilati penisku menikmati sisa pejuku, dan aku mengelus-elus kepalanya. lalu penisku mengeras kembali merasakan rangsangan lidah Nina dipenisku.

    “lho…bangun lagi…” Nina keheranan. Nina berdiri lalu menuntun tanganku mengelus memeknya yang gundul diklitorisnya sambil berkata “mau masukin ke sini?” tanyannya. kujawab dengan menggerakkan jari tengahku di klitorisnya, Nina memejamkan mata dan kedua tangannya ditaruh dipundakku. aku berdiri dan menciumi bibirnya yang masih ada sisa pejuku, dan kumainkan lidah ku. lalu Nina kubaringkan ditengah meja makan, kami naik di atasnya. kubuka selangkangannya, Nina melihat pasrah, ku gesek klitorisnya dengan kepala penisku, Nina memejamkan mata dan mendesah “sh…sh…sh…”, dan perlahan kumasukkan ke dalam memeknya yang masih agak sempit berwarna merah segar slep… penisku disedot memeknya dan terdengar suara becek. kusodok memeknya perlahan lalu lebih cepat, suara becek divaginannya dan benturan biji pelerku terdengar bersamaan. Nina menggenggam tanganku yang menahan badanku sambil mendesah liar keenakan “sh…sh…ah…ah…ah…oh…yeh…” sesekali mendongakkan kepalanya saat penisku mentok di dalam memeknya, menyentuh mulut rahimnya “terus…lebih…cepat…” pintanya nggak sabar. sesaat kemudian, kuputar badannya Ai dengan penisku masih di dalam memeknya, kuajak dia doggy. langsung kukocok memeknya, sambil tanganku meremas-remas toketnya yang udah mengeras pentilnya. “ergh…argh…” desah Nina agak berat “kocok…memekku…sampe…penis…kamu…patah… sh…sh…” sesekali kupukul pantatnya kir kanan, “argh…kamu..mulai…nakal..donnie…sh…sh. ..” Nina meracau. peluh mulai keluar dari pori-pori kulit kami, terus kusodokin memeknya dan sambil kujambak rambutnya. Nina makin liar mendesah “arg…ah…sh…” berkali-kali keluar dari mulutnya, dan dinding vaginanya terasa mulai menyedot penisku. kucabut penisku sebentar. “cepet masukin lagi…” pintanya penuh nafsu. aku turun dan duduk terbalik dikursi makan. Nina tahu aku mengajaknya dikursi, dia menghampiri dan perlahan memasukkan penisku dilubang senggamanya. Nina mulai bergerak naik turun, kursinya pun ikut bergerak dibandingkan meja. memek Nina makin banjir, suara becek makin terdengar, rambut Nina acak-acakan, akupun netek padanya dan kumengikuti irama goyangan pantatnya kugerakkan pantatku berlawanan, kusedot-sedot pentilnya sesekali kugigit kecil. jika kugigit pentilnya, Nina makin gila menggoyangkan pantatnya. peluh dan aroma tubuh kami bercampur dengan nafsu dan desahan makin membuat kami bersemangat. slep…bless…cplok…cplok…cplok irama persetubuhan kami sungguh indah hingga saya ketagihan.

    “aduh say aku nggak tahan lagi ingin keluar…kamu hampir keluar blum say…aduh say…enak…yang cepat say…sh…ah…aduh sayang… terus…ah… enak say…, nikmat sekali…rasanya ingin keluar say, nikmatnya, terus… yang cepat…aduh saya nggak tahan ingin keluar…crett…cret…” kulihat Nina terkulai lemas dan memeknya kurasakan semakin licin, sehingga pahaku basah oleh cairan memeknya yang keluar sangat banyak. Sebenarnya aku juga sudah nggak tahan ingin keluar, apalagi mendengar desahan-desahan yang erotis pada saat Nina akan orgasme. “aduh, sayang, aku kalah lagi nih, udah mau orgasme!” cairan hangat terasa masih mengalir dari dalam vagina Nina. aku masih terus menggenjot memeknya. wajah Nina terlihat pucat karena sudah keseringan orgasme. melihat wajah cantik yang melemah itu, genjotanku dipercepat. “sayang, saya mau keluar nich…” “keluarkan di dalam aja sayang, kita keluarin bersamaan, Nina juga mo keluar lagi.” dan Akhirnya spermaku mendesir ke batang zakar dan aku mencapai orgasme yang diikuti pula dengan orgasme Nina. “ough… saya sampai nih…ah….crot…crot…” air mninaku keluar dengan derasnya ke dalam memek Nina, Nina pun menikmatinya. “akhirnya saya berhasil membuatmu mencapai puncak kenikmatan sayang,” kata Nina sambil memeluk dan menciumi bibirku. terasa nikmat, licin, geli bercampur jadi satu menjadi sensasi yang membuatku ketagihan. kami bertahan pada posisi itu sampai kami sama sama melepaskan air mnina kami. Nina menyandar ditubuhku setelah itu. kami beristirahat sebentar mengumpulkan kembali tenaga kami. ternyata hari sudah mulai siang.

    sore ini rencananya pembantunya kembali. siang itu kami berdua menghabiskan waktu untuk ngobrol dalam keadaan bugil, saling oral dan orgasme bersama dalam posisi 69. hari menjelang sore, kami berdua mandi bersama dan saling rangsang. setelah mengeringkan diri, Nina kugendong menuju tempat tidur dan kubaringkan. selanjutnya ku buka selangkangannya dan kumulai oral di vaginanya, Nina mengelinjang keenakan dan menekan kepalaku ke vaginanya. kujilati klitorisnya, kumainkan lidahku di sana bergerak melingkar-lingkar, naik-turun, dan sesekali kusedot lembut klitorisnya serta gigitan kecil yang membuatnya sesekali mendongakkan kepala dan badannya. vaginanya sudah mudah banjir, karena rangsangan lidahku memeknya sudah kebajiran dan bibir vaginanya kedutan. kutangkupkan mulutku menutupi vagianya, kusedot kuat-lemah bergantian sambil kujilatin klitorisnya dan kutusuk-tusuk lubang senggamanya, Nina makin keenakan. desahan-desahan lirih yang terdengar dari mulutnya tiba-tiba “argh…argh…” Nina orgasme, kontan tengannya menekan kepalaku dan kakinya menjepit kepalaku. kusedot kuat-kuat vaginanya. setelah selesai, Nina melepaskan jepitannya dan tangannya, terkulai lemas. kudekati dia, dan berbisik “aku masuk yang terakhir hari ini yaa…” dikupingnya sambil meremas-remas payudaranya. kemudian kujilati kupingnya, turun ke lehernya, bibirnya dengan tanganku memainkan toketnya kanan dan kiri, tak lupa puntingnya. Nina pasrah dengan kedua tangannya memelukku. lalu aku nenen, kuemut-sedot puntingnya, tanganku memegangi penisku agar siap menusuk memeknya. dan slep…perlahan penisku masuk ke vaginanya, Nina mendesah panjang “ah…” dengan tempo lambat ke cepat kukocok memeknya dengan penisku sambil nenen Nina. selain tangannya memelukku, kakinya menjepit pinggangku serta pantatnya bergerak berirama dengan pantatku. “uh…ah…ah…sh…sh…oh yeah…oh…harder…” desah Nina, dan ku kocok lebih keras memeknya dan suara becek makin terdengar seiring dengan suara benturan biji penisku “slep…slep…slep…cplok…cplok…cplok… ” kami berdua mulai berkeringat. dinding vagina Nina terasa sangat lembut, berkedut dan menyedot batang penisku kuat. kami keenakan. “Don…mo…sampe…lagi…” desahnya di kupingku, “bareng…ya…hunny” jawabku. kocokan kuperdalam, dan beberapa menit kemudian Nina mengejang, didni vaginanya berkedut kuat, dan cairan vaginanya membanjiri penisku mulai dari topi bajanya. sesaat kemudian “argh…” aku orgasme juga…kupeluk erat Nina. kumemutar badanku sehingga Nina di atasku dan berbaring, penisku masin didalam vaginanya.

    kami sangat menikmati hari itu, sorenya aku pulang setelah pembantunya kembali. setiap ada kesempatan kami ml, baik indoor atau outdoor. sejak itu kami selalu bersama seperti pengantin baru

    { 0 komentar... Views All / Send Comment! }

    Poskan Komentar

    Arsip Blog